Sunyi
Dalam sendiri, aku ditemani sunyi.
Bersama sunyi, ingatan terbentang pada mereka yang kukasihi.
Sunyi itu jualah yang mengajari aku untuk sabar dan setia dalam penantian demi penantian.
Sendiri, menanti.
Bukan soal pada sendiri, bukan soal pada sunyi.
Bahwa itu semua memang harus dijalani.
Demi sebuah perjuangan, demi sebuah pencarian.
Tak peduli aku, pada sendiri.
Tak peduli aku, pada sunyi.
Karena ‘rasa’ itu yang akan terus menghidupkan aku, menghangatkan aku.
Yogyakarta, 11 Oktober 2006