Civilization dan Manja
Ada apa dengan aku saat ini?
Napasku sesak oleh karena asap pembakaran kendaraan bermotor yang tidak sempurna. Aku memaki setengah mati karena orang menyerobot seenaknya dalam antrian. Tiada hari tanpa roti dan butter, kopi dan susu. Kulitku gatal karena pakaian dicuci tanpa pelembut. Tidur tak nyenyak apabila ayam berkokok dengan kerasnya di pagi buta. Tak dapat pergi tidur di malam hari tanpa wangi sabun di badan.
Apakah ini efek dari perubahan kondisi hidup yang civilized atau aku saja yang manja?
Aku, dulu yang begitu sabar menunggu dalam antrian, meskipun diserobot orang berkali-kali ketika antri tiket kereta Parahyangan. Dulu yang satu hari penuh dapat berkeliling Bandung dengan motor bebek grand astrea, bersaing dengan kepul asap angkot-angkot cicaheum atau dago. Bahkan 4 hari dapat beradaptasi dengan gas methan di TPA Leuwi Gajah gituuu. Tak peduli apakah pakaianku dicuci dengan pelembut atau tidak, bahkan tak peduli apakah pakaianku kaku-kaku karena masih mengandung deterjen akibat tak sempurna dibilas… Masa kecilku pun kenyang dengan suara ayam tetangga dan azan yang berbunyi 5 kali sehari.
Ada apa denganku kini? Rasanya, aku menikmati hidupku baik dulu dan sekarang. Tapi, apakah aku bisa kembali kepada kondisi kehidupanku yang dulu? Apakah ini perubahan ke arah sesuatu yang lebih baik? Jika demikian, kondisi dulu bukan sesuatu yang lebih baik dari sekarang. Kenapa yang sekarang lebih baik dan yang dulu tidak lebih baik dari sekarang?
Apakah aku sudah termanjakan oleh dunia di mana aku tidak dilahirkan???
(Groningen, 22 Juli 2005. Di suatu malam yang sunyi, dingin dan sendiri)
July 25th, 2005 at 12:45 am
Kayaknya emang lu yang berbakat jadi manja
Remember West Timor? Kapan kau ke lapangan lagi? Aku udah pingin menyulap kau jadi item gosong lagi.